Wednesday, April 2, 2008

Cetak Ulang Volume 2 Edisi 2

Untuk sementara permintaan majalah Mmi Volume 2 Edisi 2 belum bisa kami layani karena stock telah habis terjual. Atas permintaan pembaca, kami akan segera mencetak ulang edisi tersebut. Terima kasih atas perhatian pembaca dan peminat informasi tentang maintenance mesin-mesin industri.

Wednesday, May 16, 2007

Pembelian Eceran (per edisi)

Pembelian Eceran Rp 30.000 + Rp 5000 (ongkos kirim dalam P. Jawa) untuk setiap edisi.
Hubungi : mmindustri@gmail.com atau 022 70183050

Prosedur Berlangganan



BerlanggananMmi.pdf

Saturday, April 14, 2007

Volume 2 Edisi 3



Artikel
Analisis Partial Discharge Untuk Mendeteksi Kerusakan Isolasi Kumparan
oleh: Ir. Kusumabrata, Staff Pengajar PT. Sarana Ahli Sejati

Tulisan ini merupakan bagian 2 (tamat) yang merupakan kelanjutan dari edisi sebelumnya. Pada bagian kedua ini akan diuraikan tentang metode pengukuran, perbandingan pengukuran Partial Discharge dengan pengukuran tradisional, dan intrepretasi data pengukuran partial discharge beserta tindakan perbaikan yang direkomendasikan.

Artikel
Bagaimana Maintenance Planning Dapat Meningkatkan Efisiensi Maintenance ?
oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT, staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati

Plant capacity merupakan 'darah kehidupan' bagi perusahaan. Plant capacity harus dipertahankan supaya tetap handal (reliable) sehingga perusahaan bisa terus menghasilkan produk untuk kelangsungan bisnisnya. Menjaga kehandalan (reliability) dari plant capacity adalah tugas dari maintenance. Plant Capacity tidak handal dengan sendirinya, namun harus dirawat (di-maintain).

Back to Basic
Korosi
Korosi merupakan sebuah proses alamiah dari suatu material untuk kembali ke alam, setelah diambil dari alam, seperti halnya makhluk hidup yang lahir, menua dan akhirnya akan mati (kembali ke alam -red). Oleh karena itu, proses korosi material merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat dengan cara pengontrolan korosi. Prosedur pengontrolan korosi tersebut harus disesuaikan dengan jenis korosi yang terjadi sehingga umur material menjadi lebih panjang. Secara umum, pengontrolan korosi diharapkan mampu meningkatkan kehandalan struktur misalnya bangunan laut, kapal, maupun pemipaan.

Uji Produk
Bearing Checker
Ball/roller bearing merupakan komponen mesin yang berfungsi untuk menumpu rotor yang berputar pada waktu beroperasi. Jika bearing mengalami kerusakan secara mendadak bukan tidak mungkin mesin akan berhenti bekerja. Kerugian besar akan terjadi apabila mesin yang berhenti tersebut merupakan mesin produksi yang utama. Oleh karena itu, kondisi bearing sebaiknya dipantau agar kondisi bearing dapat selalu diketahui. Untuk mengetahui kondisi bearing, pemantauan kondisi (condition monitoring) biasa dilakukan pada saaat kondisi operasi dengan cara melakukan pengukuran getaran pada bearing housing. Saat ini ada berbagai metode untuk mengamati karakteristik getaran yang dihasilkan oleh kerusakan ball/roller bearing. Metode-metode tersebut mempunyai prinsip yang sama yaitu bagaimana “menangkap” sinyal getaran akibat cacat bearing di antara pengaruh noise dan sinyal karakteristik kerusakan yang lain. Salah satu metode yang ditawarkan adalah Shock Pulse Method. Salah satu intrumen bearing monitoring yang menggunakan metode ini adalah Bearing Checker. Pada artikel uji produk ini tidak akan dibahas mengenai SPM, tetapi pembahasan dititikberatkan pada pengujian unjuk kerja bearing checker untuk mendeteksi ketidaknormalan bearing.
.


Petunjuk Praktis
Pemasangan Bearing

Apa Bedanya
Reliability & Availability

Kupas Standard
API 510 : Pressure Vessel Inspection Code : Maintenance Inspection, Rating, Repair, and Alteration(Tulisan Ketiga)

Kupas Instrumen
Instrumen Ultrasonik
Saat ini instrumen ultrasonik banyak dijumpai di pasaran untuk berbagai macam keperluan industri. Keperluan tersebut antara lain sebagai intrumen pendeteksi cacat lasan, kerusakan bantalan, kebocoran pipa maupun inspeksi kelistrikan. Pada prinsipnya, intrumen ultrasonik merupakan intrumen penangkap gelombang ultrasonik yang merupakan gelombang frekuensi tinggi yang tidak mampu ditangkap oleh pendegaran manusia.
Mungkin tanpa kita sadari, gelombang ultrasonik sudah mendarah daging dalam kehidupan kita sehari-hari. Radio, televisi, dan telefon seluler merupakan contoh yang paling mudah kita temui yang bekerja memanfaatkan gelombang ultrasonik. Apa sebenarnya ultrasonik itu?

Volume 2 Edisi 2

Volume 2 Edisi 1

Volume 1 Edisi 3



Artikel
Pola Trend Kegagalan Mesin Berdasarkan Analisis Statistik
Disarikan oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT; Staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati

Pola trend kegagalan mesin merupakan salah satu bahan pertimbangan yang sangat menentukan dalam pemilihan strategi maintenance yang tepat. Untuk itu, pola trend kegagalan dari suatu mesin sangat penting untuk diketahui. Saat ini dikenal 6 macam pola kegagalan mesin. Enam pola kegagalan tersebut adalah pola A, B, C, D, E, dan F. Masing-masing pola memiliki ciri khas. Sebagai contoh, pola B memiliki ciri berupa laju kegagalan yang naik secara cepat pada periode tertentu, sedangkan pola E memiliki laju kegagalan acak (random). Demikian pula pola yang lain juga memiliki ciri masing-masing. Tulisan ini menguraikan pola-pola trend kegagalan tersebut.


Artikel
Pengukuran Defleksi Crankshaft untuk Perawatan Mesin Diesel
oleh: R. Soedarsono; Marine engineer, mantan Ketua Tim Pengawas Pembangunan Kapal-Kapal Baru di PT. PAL Indonesia

Salah satu komponen kritis pada mesin Diesel adalah crankshaft. Apabila terjadi kegagalan pada crankshaft maka dapat dipastikan operasi dari mesin Diesel akan terganggu, bahkan dapat berhenti. Salah satu modus kegagalan crankshaft yang sering dijumpai adalah patah atau retak akibat defleksi yang berlebihan. Oleh karena itu, pengukuran defleksi crankshaft sangat diperlukan. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan metode pengukuran defleksi crankshaft. Selain itu, juga ditunjukkan contoh hasil pengukuran defleksi crankshaft.


Back to Basic
Kekerasan Material
Judul tulisan di atas sengaja tidak tulis sebagai “kekerasan material logam” melainkan hanya “kekerasan material”. Hal ini karena uji kekerasan memiliki wilayah penerapan yang sangat luas, yaitu meliputi material logam, plastik, komposit, keramik, maupun mineral batuan. Uniknya, dalam beberapa kasus sifat kekerasan ini juga berkorelasi dengan sifat mekanik yang lain misalnya kekuatan tarik, ketahanan terhadap gesekan dan abrasi, dan elastisitas. Karena keunikannya tersebut, ditambah dengan faktor biaya pengujiannya yang lebih murah, praktis, dan cepat, menyebabkan uji kekerasan lebih populer diterapkan dalam dunia industri dibanding pengujian-pengujian yang lain. Anda mungkin akan terkejut bila mengetahui fakta bahwa uji kekerasan juga dapat digunakan untuk mengukur kekuatan mulur dan tarik logam. Lantas, definisi kekerasan itu sendiri apa?

Kupas Instrumen
Grease Gun dan Grease Meter

Petunjuk Praktis
Pengambilan Sampel Pelumas untuk Oil Analysiss

Tahukah Anda?
Cara Membaca dan Membandingkan Kode Baja ANSI/SAE, UNS, dan ASTM

Apa Bedanya
Viscosity dan Viscosity Index

Kupas Standard
ISO 7919-1 Getaran Mekanik pada Mesin Rotasi (Non-Reciprocating Machines) – Pengukuran pada Poros Berputar – Bagian 1: Panduan Umum (Tulisan Ketiga)