Pembelian Eceran (per edisi)
Pembelian Eceran Rp 30.000 + Rp 5000 (ongkos kirim dalam P. Jawa) untuk setiap edisi.
Hubungi : mmindustri@gmail.com atau 022 70183050
Majalah Mmi Memajukan Dunia Industri Indonesia
Pembelian Eceran Rp 30.000 + Rp 5000 (ongkos kirim dalam P. Jawa) untuk setiap edisi.
Hubungi : mmindustri@gmail.com atau 022 70183050
Ditulis oleh Author at 2:30 PM 0 comments

Artikel
Analisis Partial Discharge Untuk Mendeteksi Kerusakan Isolasi Kumparan
oleh: Ir. Kusumabrata, Staff Pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Tulisan ini merupakan bagian 2 (tamat) yang merupakan kelanjutan dari edisi sebelumnya. Pada bagian kedua ini akan diuraikan tentang metode pengukuran, perbandingan pengukuran Partial Discharge dengan pengukuran tradisional, dan intrepretasi data pengukuran partial discharge beserta tindakan perbaikan yang direkomendasikan.
Artikel
Bagaimana Maintenance Planning Dapat Meningkatkan Efisiensi Maintenance ?
oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT, staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Plant capacity merupakan 'darah kehidupan' bagi perusahaan. Plant capacity harus dipertahankan supaya tetap handal (reliable) sehingga perusahaan bisa terus menghasilkan produk untuk kelangsungan bisnisnya. Menjaga kehandalan (reliability) dari plant capacity adalah tugas dari maintenance. Plant Capacity tidak handal dengan sendirinya, namun harus dirawat (di-maintain).
Back to Basic
Korosi
Korosi merupakan sebuah proses alamiah dari suatu material untuk kembali ke alam, setelah diambil dari alam, seperti halnya makhluk hidup yang lahir, menua dan akhirnya akan mati (kembali ke alam -red). Oleh karena itu, proses korosi material merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat dengan cara pengontrolan korosi. Prosedur pengontrolan korosi tersebut harus disesuaikan dengan jenis korosi yang terjadi sehingga umur material menjadi lebih panjang. Secara umum, pengontrolan korosi diharapkan mampu meningkatkan kehandalan struktur misalnya bangunan laut, kapal, maupun pemipaan.
Uji Produk
Bearing Checker
Ball/roller bearing merupakan komponen mesin yang berfungsi untuk menumpu rotor yang berputar pada waktu beroperasi. Jika bearing mengalami kerusakan secara mendadak bukan tidak mungkin mesin akan berhenti bekerja. Kerugian besar akan terjadi apabila mesin yang berhenti tersebut merupakan mesin produksi yang utama. Oleh karena itu, kondisi bearing sebaiknya dipantau agar kondisi bearing dapat selalu diketahui. Untuk mengetahui kondisi bearing, pemantauan kondisi (condition monitoring) biasa dilakukan pada saaat kondisi operasi dengan cara melakukan pengukuran getaran pada bearing housing. Saat ini ada berbagai metode untuk mengamati karakteristik getaran yang dihasilkan oleh kerusakan ball/roller bearing. Metode-metode tersebut mempunyai prinsip yang sama yaitu bagaimana “menangkap” sinyal getaran akibat cacat bearing di antara pengaruh noise dan sinyal karakteristik kerusakan yang lain. Salah satu metode yang ditawarkan adalah Shock Pulse Method. Salah satu intrumen bearing monitoring yang menggunakan metode ini adalah Bearing Checker. Pada artikel uji produk ini tidak akan dibahas mengenai SPM, tetapi pembahasan dititikberatkan pada pengujian unjuk kerja bearing checker untuk mendeteksi ketidaknormalan bearing.
.
Petunjuk Praktis
Pemasangan Bearing
Apa Bedanya
Reliability & Availability
Kupas Standard
API 510 : Pressure Vessel Inspection Code : Maintenance Inspection, Rating, Repair, and Alteration(Tulisan Ketiga)
Kupas Instrumen
Instrumen Ultrasonik
Saat ini instrumen ultrasonik banyak dijumpai di pasaran untuk berbagai macam keperluan industri. Keperluan tersebut antara lain sebagai intrumen pendeteksi cacat lasan, kerusakan bantalan, kebocoran pipa maupun inspeksi kelistrikan. Pada prinsipnya, intrumen ultrasonik merupakan intrumen penangkap gelombang ultrasonik yang merupakan gelombang frekuensi tinggi yang tidak mampu ditangkap oleh pendegaran manusia.
Mungkin tanpa kita sadari, gelombang ultrasonik sudah mendarah daging dalam kehidupan kita sehari-hari. Radio, televisi, dan telefon seluler merupakan contoh yang paling mudah kita temui yang bekerja memanfaatkan gelombang ultrasonik. Apa sebenarnya ultrasonik itu?
Ditulis oleh Author at 12:02 PM 0 comments

Artikel
Pola Trend Kegagalan Mesin Berdasarkan Analisis Statistik
Disarikan oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT; Staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Pola trend kegagalan mesin merupakan salah satu bahan pertimbangan yang sangat menentukan dalam pemilihan strategi maintenance yang tepat. Untuk itu, pola trend kegagalan dari suatu mesin sangat penting untuk diketahui. Saat ini dikenal 6 macam pola kegagalan mesin. Enam pola kegagalan tersebut adalah pola A, B, C, D, E, dan F. Masing-masing pola memiliki ciri khas. Sebagai contoh, pola B memiliki ciri berupa laju kegagalan yang naik secara cepat pada periode tertentu, sedangkan pola E memiliki laju kegagalan acak (random). Demikian pula pola yang lain juga memiliki ciri masing-masing. Tulisan ini menguraikan pola-pola trend kegagalan tersebut.
Artikel
Pengukuran Defleksi Crankshaft untuk Perawatan Mesin Diesel
oleh: R. Soedarsono; Marine engineer, mantan Ketua Tim Pengawas Pembangunan Kapal-Kapal Baru di PT. PAL Indonesia
Salah satu komponen kritis pada mesin Diesel adalah crankshaft. Apabila terjadi kegagalan pada crankshaft maka dapat dipastikan operasi dari mesin Diesel akan terganggu, bahkan dapat berhenti. Salah satu modus kegagalan crankshaft yang sering dijumpai adalah patah atau retak akibat defleksi yang berlebihan. Oleh karena itu, pengukuran defleksi crankshaft sangat diperlukan. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan metode pengukuran defleksi crankshaft. Selain itu, juga ditunjukkan contoh hasil pengukuran defleksi crankshaft.
Back to Basic
Kekerasan Material
Judul tulisan di atas sengaja tidak tulis sebagai “kekerasan material logam” melainkan hanya “kekerasan material”. Hal ini karena uji kekerasan memiliki wilayah penerapan yang sangat luas, yaitu meliputi material logam, plastik, komposit, keramik, maupun mineral batuan. Uniknya, dalam beberapa kasus sifat kekerasan ini juga berkorelasi dengan sifat mekanik yang lain misalnya kekuatan tarik, ketahanan terhadap gesekan dan abrasi, dan elastisitas. Karena keunikannya tersebut, ditambah dengan faktor biaya pengujiannya yang lebih murah, praktis, dan cepat, menyebabkan uji kekerasan lebih populer diterapkan dalam dunia industri dibanding pengujian-pengujian yang lain. Anda mungkin akan terkejut bila mengetahui fakta bahwa uji kekerasan juga dapat digunakan untuk mengukur kekuatan mulur dan tarik logam. Lantas, definisi kekerasan itu sendiri apa?
Kupas Instrumen
Grease Gun dan Grease Meter
Petunjuk Praktis
Pengambilan Sampel Pelumas untuk Oil Analysiss
Tahukah Anda?
Cara Membaca dan Membandingkan Kode Baja ANSI/SAE, UNS, dan ASTM
Apa Bedanya
Viscosity dan Viscosity Index
Kupas Standard
ISO 7919-1 Getaran Mekanik pada Mesin Rotasi (Non-Reciprocating Machines) – Pengukuran pada Poros Berputar – Bagian 1: Panduan Umum (Tulisan Ketiga)
Ditulis oleh Author at 10:16 AM 1 comments

Artikel
Pergeseran Poros Mesin Saat Beroperasi dan Kompensasi Alignment
Disarikan dari: Phan Anh Tuan, MSc Thesis, ITB, 2005
Tulisan ini memperagakan pergeseran poros mesin ketika beroperasi serta penerapan teknik kompensasi aligment berdasarkan data pengukuran. Dalam tulisan ini dapat dilihat bahwa suatu poros mesin yang telah di-align dengan baik dalam kondisi ‘dingin’, dapat berubah menjadi tidak align ketika beroperasi akibat adanya kenaikan temperatur. Selain itu, juga ditunjukkan penerapan teknik kompensasi alignment agar pada saat beroperasi mesin tetap align dan getarannya kecil.
Artikel
Pengujian Isolasi Kumparan Motor Listrik untuk Perawatan Prediktif
oleh: Ir. Kusumabrata, staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Tulisan ini memaparkan berbagai metode pengujian kumparan motor listrik untuk perawatan prediktif. Metode pengujian yang diuraikan dalam tulisan ini adalah proof test dan maintenance test. Proof test diterapkan pada peralatan yang baru selesai diinstalasi, sedangkan maintenance test digunakan untuk peralatan yang sedang beroperasi. Berbagai teknik pengujian untuk maintenance test seperti spot reading, step voltage, dielectric absorption, dan polarization index juga dipaparkan dalam tulisan ini. Dari tulisan ini dapat diperoleh panduan pemilihan teknik maintenance test, metode pengujian, serta analisis data untuk menentukan kondisi kesehatan isolasi kumparan.
Back to Basic
Faktor Konsentrasi Tegangan
Bila diamati, kegagalan suatu komponen mesin seringkali terjadi pada daerah dimana penampangnya berubah, misalnya poros patah pada daerah di sekitar fillet dan baut patah pada daerah batas antara kepala dengan badan baut. Kegagalan tersebut dapat dijelaskan bila faktor konsentrasi tegangan telah dipahami. Untuk itu, tulisan ini mencoba untuk memaparkan faktor konsentrasi tegangan. Dalam tulisan ini, ditunjukkan sebuah ilustrasi tentang tegangan yang dialami oleh pelat yang memiliki berbagai jenis perubahan penampang antara lain lubang di tengah, alur setengah lingkaran di kedua tepi, dan fillet. Selain itu, juga ditunjukkan faktor konsentrasi tegangan yang dialami oleh poros bertingkat.
Forum Diskusi
Poros Roller Patah di Dekat Bearing Housing
Pada forum diskusi ini, dibahas pertanyaan dari Bapak Deden (PT. SPV) mengenai kegagalan (patah) pada poros roller yang digunakan untuk memeras air.
Kupas Instrumen
Arsitektur Terbuka v.s Tertutup
Kadang-kadang, pengguna instrumen menginginkan data pengukuran yang telah diambil oleh instrumen buatan pabrik X dapat diakses oleh software buatan pabrik Y. Keinginan tersebut dapat dipenuhi jika instrumen buatan pabrik X dan software buatan pabrik Y berarsitektur terbuka (open architecture). Namun, keinginan tersebut tidak akan dapat dipenuhi jika hardware atau software tersebut berarsitektur tertutup (closed architecture). Walaupun demikian, apakah intrumen berarsitektur terbuka selalu menguntungkan? Tulisan ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan memaparkan kelebihan dan kekurangan instrumen berarsitektur terbuka. Dalam tulisan ini, juga ditunjukkan perbandingan antara instrumen perawatan prediktif berasitektur terbuka dan tertutup buatan beberapa manufaktur dunia.
Petunjuk Praktis
Penyimpanan Drum Pelumas
Tahukah Anda?
Arti Kode pada Kepala Baut
Apa Bedanya
Soft Foot Paralel dan Angular
Kupas Standard
ISO 7919-1 Getaran Mekanik pada Mesin Rotasi (Non-Reciprocating Machines) – Pengukuran pada Poros Berputar – Bagian 1: Panduan Umum (Tulisan Kedua)
Ditulis oleh Author at 9:56 AM 0 comments

Artikel
Dapatkah Hasil Pengukuran Simpangan Poros pada Journal Bearing Dibandingkan dengan Getaran pada Bearing Housing?
oleh: Dr. Ir. Zainal Abidin, kepala Lab. Dinamika PAU ITB
Getaran poros yang ditumpu oleh journal bearing umumnya diukur dengan menggunakan proximity probe. Bila getaran poros besar, kadang-kadang praktisi lapangan mencoba untuk membandingkannya dengan getaran bearing housing yang diukur dengan menggunakan velocity transducer atau accelerometer. Apakah perbandingan tersebut boleh dilakukan? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menjelaskan arti fisik hasil pengukuran getaran poros, baik yang diperoleh dengan menggunakan proximity probe maupun yang diperoleh dengan menggunakan velocity transducer dan accelerometer.
Artikel
Seberapa Sering Failure Finding Task Perlu Dilakukan?
oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT, staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Hampir dapat dipastikan, alat pelindung (protective device) selalu terdapat di setiap industri. Contoh alat pelindung yang banyak digunakan di industri antara lain adalah alarm kebakaran, stand by generator, dan stand by pump. Untuk alat pelindung seperti ini, pengetesan merupakan strategi pemeliharaan yang biasa dilakukan pada alat pelindung tersebut. Selama pengetesan, alat pelindung tersebut diaktifkan dan dicek apakah telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Tindakan pengetesan ini digolongkan dalam failure-finding task (tindakan mencari kegagalan). Permasalahan yang sering muncul di industri adalah penentuan seberapa sering failure-finding task ini perlu dilakukan. Tulisan ini menjelaskan cara penentuan interval failure-finding task.
Back to Basic
Kekuatan Material Logam
Dalam desain atau modifikasi, sifat-sifat mekanik dari material yang akan digunakan pada struktur atau mesin perlu diketahui terlebih dahulu. Berdasarkan sifat mekanik tersebut, struktur atau mesin akan dirancang sedemikian sehingga tidak terjadi kerusakan maupun deformasi yang berlebihan. Beberapa sifat mekanik material yang perlu diketahui antara lain adalah kekuatan, kekerasan, keuletan, kekakuan, dan ketangguhan. Tulisan ini akan mengulas salah satu sifat mekanik material logam, yaitu kekuatan.
Kupas Instrumen
Perangkat Nirkabel untuk Condition Monitoring
Saat ini teknologi transfer data dengan perangkat nirkabel berkembang sangat pesat. Sebagai contoh adalah perangkat transfer data dengan teknologi infrared dan bluetooth yang mulai banyak digunakan pada telepon genggam komersial. Bagaimanakah pemakaian perangkat nirkabel ini di dunia industri? Seakan tak mau ketinggalan, perangkat nirkabel juga mulai merambah dunia industri, khususnya untuk condition monitoring. Tulisan ini mengulas pemakaian perangkat nirkabel untuk condition monitoring di dunia industri. Berbagai jenis teknologi perangkat nirkabel seperti bluetooth dan wi-fi akan diuraikan. Keuntungan dan kelebihan masing-masing jenis teknologi tersebut juga akan dipaparkan. Selain itu, beberapa contoh perangkat nirkabel buatan berbagai manufaktur dunia juga dibahas dalam tulisan ini.
Petunjuk Praktis
Teknik Regreasing pada Kopling Grid
Teknik Regreasing pada Roller Bearing
Apa Bedanya
Clutch & Coupling
Kupas Standard
ISO 7919-1 Getaran Mekanik pada Mesin Rotasi (Non-Reciprocating Machines) – Pengukuran pada Poros Berputar – Bagian 1: Panduan Umum (Tulisan Pertama)
Ditulis oleh Author at 9:48 AM 0 comments

Edisi perdana terbit April 2005 dengan periode 4 bulan sekali. Info berlangganan hubungi mmindustri@gmail.com atau kunjungi www.aneka-instrumen.co.id.
Ditulis oleh Author at 9:42 AM 0 comments