Saturday, April 14, 2007

Volume 1 Edisi 3



Artikel
Pola Trend Kegagalan Mesin Berdasarkan Analisis Statistik
Disarikan oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT; Staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati

Pola trend kegagalan mesin merupakan salah satu bahan pertimbangan yang sangat menentukan dalam pemilihan strategi maintenance yang tepat. Untuk itu, pola trend kegagalan dari suatu mesin sangat penting untuk diketahui. Saat ini dikenal 6 macam pola kegagalan mesin. Enam pola kegagalan tersebut adalah pola A, B, C, D, E, dan F. Masing-masing pola memiliki ciri khas. Sebagai contoh, pola B memiliki ciri berupa laju kegagalan yang naik secara cepat pada periode tertentu, sedangkan pola E memiliki laju kegagalan acak (random). Demikian pula pola yang lain juga memiliki ciri masing-masing. Tulisan ini menguraikan pola-pola trend kegagalan tersebut.


Artikel
Pengukuran Defleksi Crankshaft untuk Perawatan Mesin Diesel
oleh: R. Soedarsono; Marine engineer, mantan Ketua Tim Pengawas Pembangunan Kapal-Kapal Baru di PT. PAL Indonesia

Salah satu komponen kritis pada mesin Diesel adalah crankshaft. Apabila terjadi kegagalan pada crankshaft maka dapat dipastikan operasi dari mesin Diesel akan terganggu, bahkan dapat berhenti. Salah satu modus kegagalan crankshaft yang sering dijumpai adalah patah atau retak akibat defleksi yang berlebihan. Oleh karena itu, pengukuran defleksi crankshaft sangat diperlukan. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan metode pengukuran defleksi crankshaft. Selain itu, juga ditunjukkan contoh hasil pengukuran defleksi crankshaft.


Back to Basic
Kekerasan Material
Judul tulisan di atas sengaja tidak tulis sebagai “kekerasan material logam” melainkan hanya “kekerasan material”. Hal ini karena uji kekerasan memiliki wilayah penerapan yang sangat luas, yaitu meliputi material logam, plastik, komposit, keramik, maupun mineral batuan. Uniknya, dalam beberapa kasus sifat kekerasan ini juga berkorelasi dengan sifat mekanik yang lain misalnya kekuatan tarik, ketahanan terhadap gesekan dan abrasi, dan elastisitas. Karena keunikannya tersebut, ditambah dengan faktor biaya pengujiannya yang lebih murah, praktis, dan cepat, menyebabkan uji kekerasan lebih populer diterapkan dalam dunia industri dibanding pengujian-pengujian yang lain. Anda mungkin akan terkejut bila mengetahui fakta bahwa uji kekerasan juga dapat digunakan untuk mengukur kekuatan mulur dan tarik logam. Lantas, definisi kekerasan itu sendiri apa?

Kupas Instrumen
Grease Gun dan Grease Meter

Petunjuk Praktis
Pengambilan Sampel Pelumas untuk Oil Analysiss

Tahukah Anda?
Cara Membaca dan Membandingkan Kode Baja ANSI/SAE, UNS, dan ASTM

Apa Bedanya
Viscosity dan Viscosity Index

Kupas Standard
ISO 7919-1 Getaran Mekanik pada Mesin Rotasi (Non-Reciprocating Machines) – Pengukuran pada Poros Berputar – Bagian 1: Panduan Umum (Tulisan Ketiga)

1 comment:

Anonymous said...

Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada layanan pendanaan lemeridian dan membuat orang tahu betapa bersyukurnya saya atas semua bantuan yang telah Anda dan staf tim Anda berikan dan saya berharap dapat merekomendasikan teman dan keluarga jika mereka membutuhkan saran atau bantuan keuangan @ 1,9% Tarif untuk Pinjaman Bisnis. Hubungi Via:. lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com. WhatsApp ... + 19893943740. Terus bekerja dengan baik.
Terima kasih, Busarakham.