Volume 2 Edisi 3

Artikel
Analisis Partial Discharge Untuk Mendeteksi Kerusakan Isolasi Kumparan
oleh: Ir. Kusumabrata, Staff Pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Tulisan ini merupakan bagian 2 (tamat) yang merupakan kelanjutan dari edisi sebelumnya. Pada bagian kedua ini akan diuraikan tentang metode pengukuran, perbandingan pengukuran Partial Discharge dengan pengukuran tradisional, dan intrepretasi data pengukuran partial discharge beserta tindakan perbaikan yang direkomendasikan.
Artikel
Bagaimana Maintenance Planning Dapat Meningkatkan Efisiensi Maintenance ?
oleh: Ir. Wilis Wirawan, MT, staf pengajar PT. Sarana Ahli Sejati
Plant capacity merupakan 'darah kehidupan' bagi perusahaan. Plant capacity harus dipertahankan supaya tetap handal (reliable) sehingga perusahaan bisa terus menghasilkan produk untuk kelangsungan bisnisnya. Menjaga kehandalan (reliability) dari plant capacity adalah tugas dari maintenance. Plant Capacity tidak handal dengan sendirinya, namun harus dirawat (di-maintain).
Back to Basic
Korosi
Korosi merupakan sebuah proses alamiah dari suatu material untuk kembali ke alam, setelah diambil dari alam, seperti halnya makhluk hidup yang lahir, menua dan akhirnya akan mati (kembali ke alam -red). Oleh karena itu, proses korosi material merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat dengan cara pengontrolan korosi. Prosedur pengontrolan korosi tersebut harus disesuaikan dengan jenis korosi yang terjadi sehingga umur material menjadi lebih panjang. Secara umum, pengontrolan korosi diharapkan mampu meningkatkan kehandalan struktur misalnya bangunan laut, kapal, maupun pemipaan.
Uji Produk
Bearing Checker
Ball/roller bearing merupakan komponen mesin yang berfungsi untuk menumpu rotor yang berputar pada waktu beroperasi. Jika bearing mengalami kerusakan secara mendadak bukan tidak mungkin mesin akan berhenti bekerja. Kerugian besar akan terjadi apabila mesin yang berhenti tersebut merupakan mesin produksi yang utama. Oleh karena itu, kondisi bearing sebaiknya dipantau agar kondisi bearing dapat selalu diketahui. Untuk mengetahui kondisi bearing, pemantauan kondisi (condition monitoring) biasa dilakukan pada saaat kondisi operasi dengan cara melakukan pengukuran getaran pada bearing housing. Saat ini ada berbagai metode untuk mengamati karakteristik getaran yang dihasilkan oleh kerusakan ball/roller bearing. Metode-metode tersebut mempunyai prinsip yang sama yaitu bagaimana “menangkap” sinyal getaran akibat cacat bearing di antara pengaruh noise dan sinyal karakteristik kerusakan yang lain. Salah satu metode yang ditawarkan adalah Shock Pulse Method. Salah satu intrumen bearing monitoring yang menggunakan metode ini adalah Bearing Checker. Pada artikel uji produk ini tidak akan dibahas mengenai SPM, tetapi pembahasan dititikberatkan pada pengujian unjuk kerja bearing checker untuk mendeteksi ketidaknormalan bearing.
.
Petunjuk Praktis
Pemasangan Bearing
Apa Bedanya
Reliability & Availability
Kupas Standard
API 510 : Pressure Vessel Inspection Code : Maintenance Inspection, Rating, Repair, and Alteration(Tulisan Ketiga)
Kupas Instrumen
Instrumen Ultrasonik
Saat ini instrumen ultrasonik banyak dijumpai di pasaran untuk berbagai macam keperluan industri. Keperluan tersebut antara lain sebagai intrumen pendeteksi cacat lasan, kerusakan bantalan, kebocoran pipa maupun inspeksi kelistrikan. Pada prinsipnya, intrumen ultrasonik merupakan intrumen penangkap gelombang ultrasonik yang merupakan gelombang frekuensi tinggi yang tidak mampu ditangkap oleh pendegaran manusia.
Mungkin tanpa kita sadari, gelombang ultrasonik sudah mendarah daging dalam kehidupan kita sehari-hari. Radio, televisi, dan telefon seluler merupakan contoh yang paling mudah kita temui yang bekerja memanfaatkan gelombang ultrasonik. Apa sebenarnya ultrasonik itu?





